About Me

Kisahku

SAAT AKU LAHIR

Namaku Desak Gede Maya Agrevina. Aku lahir Hari Rabu Umanis wuku Prangbakat tanggal 12 Mei 1993 pukul 16.50 WITA. Aku dilahirkan oleh mamaku atas pertolongan seorang bidan bernama Ibu Ketut Murtini di Jalan Pulau Sebatik no 19 Denpasar. Berat badanku saat lahir 2,4 kilogram. Sebuah ukuran yang merupakan batas bawah normal. Walau demikian aku menunjukkan gerak-gerak yang sangat lincah. Kawan-kawan Ajik bahkan ada yang menyebut tubuhku sebesar botol air mineral 1 liter. Tapi Ibu bidan yang menolongku meyakini keadaanku sehat dan normal saja karena gerakan tubuhku kuat dan tatapan mataku tajam sehingga tak perlu proses inkubasi.Kata Ajik dan Mama, tubuhku mungil dan bibirku merah. Bentuk kepalaku dipadankan dengan Ajik dan wajahku dipadankan dengan mama. Ada lesung pipit pada salah satu pipiku.

TENTANG NAMAKU

Untuk memutuskan nama yang akan diberikan padaku ternyata membutuhkan waktu yang lama. Hal itu dikarenakan ada perbedaan selera antara Ajik dan Mama. Pada awalnya muncul beberapa nama seperti: Perbawa Utami, Indah Gita Cahyani, Priesti Maya Primayanti, Maya Pringgawardani dan banyak lagi. Nama harus segera di tentukan hingga saat upacara tiga bulananku. Akhirnya Ajik dan Mama sepakat memberi nama Desak Gede Maya Agrevina. Nama ini membawa pengertian: Pertama, bahwa aku lahir di bulan Mei dan kedua, konotasi kepahlawanan pada kata Agrevina yang juga dekat dengan istilah Agriculture (pertanian) dan Ugracena. Kedua istilah itu adalah tempat dimana Ajikku mengembangkan diri pada masa kuliahnya..

Kata William Shakespeare, apalah arti sebuah nama. Bunga mawar akan tetap harum walau namanya bukan mawar. Tapi kata Bung Karno, nama adalah segala-galanya. Begitu pula dengan pemberian namaku merupakan harapan dan cita-cita keluargaku agar kelak aku bias menjadi orang yang berguna bagi keluarga, masyarakat, nusa dan bangsa.

TENTANG PENDIDIKANKU

Pendidikan formal pertama yang aku tempuh adalah Taman Kanak-kanak Citta Dharma. Saat itu aku mulai belajar untuk jauh dari orang tua dengan suasana yang baru. Seperti anak TK pada umumnya, aku masih cengeng dan penakut. Namun hal itu tidak lama terjadi karena aku telah memiliki banyak teman dan malah menjadi nakal. Kemudian pada tahun 1999 aku melanjutkan ke SD Tegaljaya hingga kelas 4 SD. Disini aku mulai belajar membaca dan berhitung. Pelajaran  yang paling aku sukai saat itu adalah Kesenian. Hasil kesenianku selalu dipajang di majalah dinding depan kelas. Karena ikut dengan Mama, kelas 5 SD aku pindah ke SDK YBPK Surabaya pada tahun 2003. Disini aku tinggal di rumah Mbah bersama keluarga Mamaku. Kelas 6 SD aku kembali ke Bali dan lulus di SDN 1 Kerobokan Kaja.

Aku ingin berpetualang dan belajar mandiri. Setelah lulus SD aku memutuskan untuk sekolah di SMPN 4 Kubutambahan-Singaraja. Tiga tahun pada masa putih biru aku habiskan bersama nenek di dusun Sangburni, desa Pakisan, Buleleng. Bukannya mandiri aku malah menjadi manja. Hahaha… Banyak hal tentang tata karma serta kesederhanaan yang aku pelajari disini. Belajar bagaimana bersosial di masyarakat Desa yang tidak seperti di Kota. Memahami rasa kekeluargaan yang terbangun dari kawan-kawan, guru, serta masyarakat. Membuktikan bahwa anak-anak dari Desa-pun dapat bersaing dengan anak-anak di Kota walau dengan sarana dan prasarana yang sederhana.

Masa putih abu aku kembali ke Denpasar. Dengan NEM yang pas-pasan aku melamar sekolah di SMAN 1 Kuta Utara. Bersyukur aku akhirnya diterima di salah satu sekolah favorit yang tidak jauh juga dari rumahku. Saat kelas 2 aku mengambil jurusan IPA. Setelah berdebat panjang dengan Ajik, aku yang awalnya ingin ke jurusan Bahasa akhirnya harus menuruti kata-kata ajikku. Dengan sangat memutar otak aku lalui masa belajarku dan akhirnya lulus SMA pada tahun 2011.

Tentu aku harus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Fakultas Pertanian Udayana dan Teknik Lingkungan ITS menjadi targetku untuk melanjutkan kuliah. Dan akhirnya aku diterima di Fakultas Pertanian Udayana jurusan Agribisnis.

KEGIATAN ORGANISASI

Menjadi mahasiswa ternyata tidak hanya dituntut untuk belajar dan belajar. Ada Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus kita amalkan. Awalnya mungkin aku tidak peduli akan hal itu. Aku menjadi mahasiswa yang KUPU-KUPU alias Kuliah-Pulang, Kuliah-Pulang. Hingga pada akhirnya aku mulai aktif di Komunitas Kampoeng Ilmu. Mulai dari sana aku mulai belajar bagaimana Pengabdian Masyarakat yang harus diamalkan oleh mahasiswa. Mulailah aku ingin belajar dari banyak tempat dan dari banyak orang. Mencari pengalaman dan pelajaran yang banyak semasih muda. Saat ini aku ikut belajar dalam beberapa organisasi seperti Komunitas Kampoeng Ilmu, GMNI Denpasar, Lembaga Pers Mahasiswa Khlorofil FP UNUD, serta PPMI Denpasar.

CERITA DALAM KOTAK KACA

Kenapa aku menamainya “cerita dalam kotak kaca”. Itu karena disini akan aku jadikan tempat bercerita tentang apapun hal-hal baru yang aku pelajari dan aku temui. Daripada Cuma aku renungkan dan aku fikirkan, mendingan aku coba tuangkan dalam tulisan. Sambil belajar menulis juga sihh.. Kotak kaca itu terinspirasi dari cita-citaku yang ingin membuat sebuah rumah yang terdapat banyak kaca. Kalau bisa hampir di setiap sisinya, agar aku bisa melihat pemandangan yang indah diluar sana. Pemandangan yang paling aku suka adalah ketika melihat Sunrise dan Sunset. Mungkin cukup perkenalannya. Kalau mau ngobrol lebih lanjut bisa lewat media socialku.. 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s