Pada dasarnya setiap perempuan akan memiliki rasa yang sama. Tanggungjawab akan buah hatinya adalah hal yang paling utama yang akan dipegang. Dari tanggungjawab itu akan tampak bagaimana kasih sayang, perhatian dan pengorbanannya.

Anak akan menjadi hal yang utama. Coba kamu perhatikan, biasanya Ibu mu ketika masak dan menyiapkan makanan tentu akan mengutamakan mu untuk makan. Tanpa peduli dirinya lelah bangun pagi dan habis masak, dia akan memintamu untuk makan terlebih dulu. Belum lagi coba perhatikan porsi makannya, jauh lebih sedikit ketimbang porsimu agar cukup untuk seluruh keluarga.

Seperti yang kita ketahui, orang yang paling pertama bangun tidur dan paling terakhir tentu Ibu. Orang yang akan mengkhawatirkan mu ketika jauh adalah Ibu. Orang yang dalam doanya ada anak-anaknya adalah Ibu. Orang yang akan tetap ada ketika kamu ditinggal teman-temanmu adalah Ibu. Orang yang mendengar segala keluh kesahmu pada permasalahan hidupmulagi-lagi Ibu. Orang yang paling cerewet menasehati untuk kebaikanmu adalah Ibu. Meskipun kamu bandelnya minta ampun, rasanya Ibu masih aja gak capek ngomelin kamu. (ini pengalaman pribadi haha)

Dari semua yang sudah dilakukannya, coba diperhatikan lagi pada siapa dia akan bercerita mengenai perasaanya? Mengenai lelahnya? Mengenai permasalahannya? Kalau enggak sama Nenek mu (Ibu dari Ibu mu) atau Ayahmu dan paling sering jadi tempat curhatnya adalah Tuhan.

Sekarang lihat, apakah dirimu (khususnya perempuan) sudah siap menjadi seorang Ibu? Sudah siap menerima tanggungjawab yang sebegitu besarnya? Karena ANAK-ANAK HEBAT LAHIR DARI RAHIM IBU YANG HEBAT. Sudahkah kamu mendidik dirimu dan mempersiapkan diri menjadi calon ibu yang HEBAT?

Ini yang harus kita perhatikan juga, bagaimana membuat perempuan memiliki kesadaran akan tanggungjawabnya. Lha, wong masih saja ada perempuan yang merasa ‘SOK LEMAH’ terus egonya masih tinggi dengan alasan ‘INGIN DIMENGERTI dan DIPERHATIKAN’. Woooy, anak-anak mu besok siapa yang mau perhatiin dan ngurusin kalau masih aja ada yang punya pemikiran kayak gitu? Megang cucian baju atau cucian piring kotor aja udah jijik, gimana besok harus gantiin popok anaknya? Ini hal sepele yaa, masih banyak lagi contohnya yang bisa kita lihat mengenai pola pikir perempuan yang menurutku sedikit ‘menyimpang’ saat ini.

Untuk mencetak generasi yang hebat, tentu kita harus sama-sama mengingatkan si Calon Ibu akan tanggungjawabnya kedepan. Bukan hanya sesama perempuan yaa.. Pria juga menurutku memiliki andil dalam hal ini. Bagaimana menjadi pasangan hidup yang mampu membangun pola pikir kedepan serta saling support dan membangun bersama.

Masa depan yang lebih baik ada di tanganmu wahai Calon Ibu. Jadi selamat berproses dan jangan takut berproses!

 *Tulisan ini di dedikasikan untuk seluruh Perempuan di Dunia.

SELAMAT HARI IBU

Advertisements