Bagaimana jika rasa mu akan menyakiti banyak orang..

Sementara logika mu justru menyakiti dirimu sendiri..

“Jangan egois” tentu itu yg ada dalam benakmu

Kemudian kamu berasumsi bahwa semesta tidak merestui rasamu..

Kamu berpikir bahwa semesta menghendaki logikamu..
Maka terjebaklah kamu disana, menggiringmu menuju gerbang logika..

Sekali lagi, itu bukan pilihan

Logika seolah menjadi keharusan yang dicapai..
Tanpa harus memilih, logikamu lah yang menentukan..selama rasa dan logika tidak bisa kau sinkron-kan
Ya bagaimana bisa? Kamu memandang kedua hal itu berbeda..

Tapi memang kenyataanya begitu!!
Maka logikamu semakin dekat, gerbang itu didepan mata..

Bersama atau tidak dengan logika, tetap akan membawamu pada satu keadaan..

GILA!

Advertisements