Aku pikir, rasa dan logika tidak pernah sinkron. (Baca : seringkali)

Coba saja, apakah sebuah rasa bisa diceritakan secara detail layaknya logika? Kemudian coba merasakan bagaimana itu logika? Bingung kan? Apa ini hanya kebingunganku?
Namun sekali lagi, bukan hanya aku ternyata yang ‘kebingungan’. Aku menemukan kasus serupa, dia berkata “Aku tidak tau, aku seolah dipaksa memilih. Antara logima dan rasa. Itu tidak bisa disamakan. Aku TERPAKSA memilih,” ujarnya.


Aku tertawa, hahahahaha.. Ternyata bukan hanya aku toh.. “Lalu akhirnya, bagaimana keputusanmu?” Tanyaku dengan senyum sinis. Seolah aku sudah bisa menebak. “Jelas LOGIKA,” jeritnya.
Tawaku semakin meledak. Kubilang juga apa.. Cuma orang gila sepertinya yang akan memilih RASA. LOGIKA jelas menjadi pilihan utama. Kalau kata Nosstress “Terlalu banyak logika yang mengalahkan rasa”.
Ketawa sih, cuma tanpa sadar air mata udah netes aja. Matikah rasa diatas permukaan Bumi ini? Coba sekarang dianalogikan Idealisme adalah rasa? Kau jual sudah itu untuk memenuhi logikamu?!

Advertisements