Tags

, , , ,

Aku sangat menyukai mentari
Ku buru hingga puncak
Ku nanti hingga cahaya itu muncul
Merah terpancar menelan kabut
Menyembul dari balik awan
Bersiap menerangi tanpa terkecuali
Aku menikmatinya hingga hilang lagi
Tenggelam menyisakan jingga yang menyibak biru

Kemudian aku mengacuhkan malam dalam balutan ruang mimpi
Bersiap menyambut pagi kembali
Begitu cintaku pada pagi yang ku kenal hangat.

Namun tiba-tiba temaram malam mencegatku
Menyuguhkan rona merah yang berbeda
Memberikan jingga dalam waktu yang bersamaan
Aku terpukau, tenggelam dalam senyum bisu
Tertahan dalam riak jiwa yang baru
Akhirnya, aku melewatkan sambutan pagi
Esoknya, Pagi terlupa (lagi)

Bagaimana jika pada akhirnya aku benci matahari?
Bagaimana jika aku mulai mencintai malam?
Can i love both of them? But how?

Advertisements