Ini adalah pengalaman pertamaku terbang ditengah hujan badai.
Pagi itu aku, ody (adikku), dan Jik Dode (suadaraku) terbang dari Bandara Soekarno Hatta (CGK) menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai (DPS).
Penerbangan kami pukul 7.20 WIB dengan Pesawan Lion Air. Perjalanan panjang sekitar 1 jam 45 menit membuat kami memutuskan untuk tidur.

Tak berapa lama, aku terbangun karena telingaku sakit. Sepertinya tekanan udara di kabin pesawat mulai tidak normal. Aku mencoba menguap-menguap agar telinga lebih nyaman. Suasana serasa sepi, hanya terdengar jeritan panik anak bayi. “Mungkin telinganya juga sakit,” pikirku. Aku menoleh pada beberapa penumpang, mereka rata-rata memencet hidung sambil meniup. “Wah, memang tekanannya gak beres nih,” lanjutku.

Aku memandang keluar jendela, hanya tampak putih kehitaman. “Wah, mendung. Oia sebelum berangkat dapat kabar kalau di Bali hujan deras,” batinku. Lampu tanda kenakan sabuk pengaman menyala dan ada instruksi agar seluruh penumpang kembali ke tempat duduk. Sang Pilot juga memberi info kalau pesawat akan siap-siap mendarat.

image

Aku merasakan si burung besi yang aku naiki menukik kebawah. Semakin turun, tampak kami menerobos hujan yang semakin deras. Kami masih didalam awan mendung. Daratan tidak terlihat sama sekali. Seketika aku merasakan mesin pesawat tambah kencang dan kepala pesawat naik lagi. “Wahh, pasti gak bisa landing nih,” ucap seorang Analis Kesehatan yang duduk disebelahku.

Aku menanyakan padanya, bagaimana jika tidak bisa landing? “Ya paling muter muter atau ke bandara terdekat. Tergantung bahan bakarnya,” ujarnya dilanjutkan dengan perkenalan singkat.
Si Pilot kembali mengumumkan melaluo pengeras suara. “Penumpamg yang terhormat, terimakasih telah terbang bersama kami. Saya kapten — menginfolan bahwa di Bali sedang terjadi cuaca buruk. Jarak pandang hanya 2 km jadi kami belum dapat mendarat demi keselamatan. Selanjutmya kami akan berputar diaeputaran benoa sambil menunggu cuaca membaik. Kami infokan, pesawat ini masih memiliki bahan bakar yang cukup. Terimakasih,” tandasnya.

Pesawat sempat berputar putar didalam awan mendung diatas perairan benoa. Turbulensi karena tabrakan uap air membuat pesawat berfoncang goncang keras sepanjang berputar-putar. Aku rasakan pesawat kembali turun. Benar saja, air hujan kembali tampak membasahi jendela. Namun bukannya mendarat, pesawat Singa Udara ini kembali naik tambah tinggi. Sampai menjauh dari awan mendung. Pilot kembali mengumumkan, “Cuaca di Bali semakin memburuk, jarak pamdang kurang dari 500 meter. Jadi kami memutuskan untuk mendarat di Bandara Juanda Surabaya,” lanjutnya.

Kurang dari satu jam, kami sudah mendarat dengan mulus (ala Lion Air) di Surabaya. Cuaca disini cerah, hanya tampak basah di landasan menandakan hujan sempat menyapa.
Setelah dua jam menunggu di ruang tunggu, kami dipanggil untuk kembali ke pesawat. Perjalanan dilanjutkan sekitar satu jam. Mendekati wilayah Bali, pemandangan awan mendung kembali menemani. Tidak ketinggalan turbulensi dasyat yang membuat pesawat bergoyang goyang. Waktu yang kini ditempuh terasa lebih lama daei sebelumnya. Mungkin karena banyak pesawat yang ngantre untuk turun yak 😝😝😂😂

Kembali pilot menyebutkan akan segera Landing. Wajah penumpang masih merasa tidak yakin karena hujan semakin deras dan langit lebih gelap. Cuma ya, terus saja pesawat menukik turun. Semakin turun, rendah dan rendah aku akhirnya dapat melihat jalan Tol diatas perairan Bali. Air disekitarnya tampak tumpah ruah memenuhi Teluk Benoa. “Pasti bakal rugi orang-orang yang mau reklamasi disana. Belum reklamasi bakal kerendem air lagi. Mending gausah dehh..” batinku.

image

Oke lanjut cerita Landing. Roda pesawat perlahan menyentuh landasan. Decit bunyi rem dan goyangan pesawat yang khas ala Lion menggetarkan seluruh penumpang. Kesel sih, cuma ya tetep aja lega. Akhirnya dapat mendarat di Bali. Wajah sumringah plus lelah tampak dari para penumpang. Bersyukur kami dapat mendarat dengan selamat. Ya pengalaman pertama yang menghebohkan. Bisa merasakan deg-degan dihantam turbulensi. Tentunya mabok karena pesawat tempat naik turun.
Semoga perjalanan selanjutnya senantiasa baik. Buat yang lain, ingat berdoa sebelum berpergian agar senantiasa selamat diperjalanan yaa 😘

Eh, ini beberapa tulisan yang aku temukan mengenai ditutupnya Bandara Ngurah Rai karena hujan deras seharian.
http://m.inilah.com/news/detail/2271623/hujan-deras-guyur-bali-bandara-ngurah-rai-ditutup

http://m.okezone.com/read/2016/02/03/340/1303732/hujan-deras-sempat-buat-bandara-ngurah-rai-ditutup

Advertisements