Tags

,

Image

Kaum Marhaen di tengah megahnya Pariwisata Bali

Bali terkenal akan keindahan alam dan budayanya. Sehingga Pulau Bali menjadi salah satu tempat wisata yang wajib dikunjungi oleh para wisatawan. Karena kepopulerannya Pulau Bali tidak pernah sepi dikunjungi para wisatawan tiap tahunnya. Sehingga Pulau Bali menjadi salah satu sumber pemasukan daerah terbesar dari sektor pariwisata di Indonesia. Akan tetapi, kebesaran prospek pariwisata di Bali ternyata tidak dapat mengangkat kesejahteraan masyarakat di Bali secara merata.

Hal tersebut dapat dilihat dari masih adanya kehidupan petani miskin dan rakyat kecil yang tinggal di daerah pariwisata. Mereka seakan tidak dapat kebagian menikmati hasil-hasil dari sektor pariwisata tersebut.

Keadaan itu tentu dikarenakan pariwisata di Bali sebagian besar dipegang oleh warga negara asing. Hampir seluruh elemen sektor wisata seperti Hotel, Villa, Rumah makan, dan lain sebagainya dimiliki oleh investor asing. Sedangkan masyarakat lokal Bali hanya menjadi pekerja dengan gaji yang rendah. Bahasa kasarnya kalau bisa bilang sih “Menjadi babu dirumah sendiri”.

Hanya dengan menjadi cleaning servis, waiter/waitress, atau tukang kebun di Hotel yang mewah saja sebagian besar dari mereka sudah merasa cukup. Dengan pendidikan parwisata hingga bergelar diploma bahkan sarjana seharusnya mereka memiliki potensi yang lebih. Melihat dari potensi itu, harusnya mereka dapat lebih mengembangkan potensi diri sekaligus memiliki andil dalam mengembangkan Bali.

Seharusnya masyarakat lokal Bali dapat ikut bersaing dalam mengelola dan mengembangkan bisnis di sector pariwisata. Bukan hanya sekedar menjadi pekerja. Sehingga mereka dapat mensejahterakan hidupnya. Hal tersebut dapat diawali dari memberikan pendidikan-pendidikan yang baik sehingga mereka dapat mengembangkan potensi diri dan potensi daerahnya. Selain itu, pemerintah sebagai membuat kebijakan juga memiliki andil yang sangat besar dalam mengembangkan potensi warga lokal. Keberpihakan terhadap pemilik modal besar sangat dapat dirasakan melihat ketimpangan-ketimpangan yang terjadi. Padahal setiap warga Bali juga memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing.

Perlu adanya kerjasama dan kesadaran untuk mulai mandiri membangun potensi daerah Balli. Dengan demikian, diharapkan kehidupan masyarakat kecil dapat segera disejahterakan.

Maya Agrevina

Advertisements