Bantuan Pendidikan? Pendidikan Bantuan?

Tags

, , , , ,

Pikiran ini berawal ketika aku ngepoin Pak Basuk Tjahaja Purnama, atau kita lebih kenal dengan Pak Ahok. Beliau saat ini sedang kembali mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta. Putaran pertama Pilkada DKI Jakarta sudah berlangsung dan menyingkirkan pasangan Agus – Sylvie. Kali ini pada putaran kedua Pak Ahok bersama Pak Djarot saiful Hidayat harus head to head dengan Pak Anis Baswedan dan Pak Sandiaga Uno.

Stasuin TV Nasional, berkali-lagi dan bergantian mengadakan acara Debat bahkan Talkshow dengan menghadarikan kedua pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur tersebut. Ini juga yang membuat aku ikut-ikutan nonton, padahal bukan domisili Jakarta. Yang menarik dari setiap acara adalah bagaimana pola kampanye yang dilakukan oleh kedua belah pihak. Aku memperhatikan, apa yang ditawarkan oleh masing-masing pihak kepada masyarakat agar masyarakat Jakarta terutama dapat memilih mereka.

Continue reading

Siapa Pencetak Generasi Lebih Baik?

Pada dasarnya setiap perempuan akan memiliki rasa yang sama. Tanggungjawab akan buah hatinya adalah hal yang paling utama yang akan dipegang. Dari tanggungjawab itu akan tampak bagaimana kasih sayang, perhatian dan pengorbanannya.

Anak akan menjadi hal yang utama. Coba kamu perhatikan, biasanya Ibu mu ketika masak dan menyiapkan makanan tentu akan mengutamakan mu untuk makan. Tanpa peduli dirinya lelah bangun pagi dan habis masak, dia akan memintamu untuk makan terlebih dulu. Belum lagi coba perhatikan porsi makannya, jauh lebih sedikit ketimbang porsimu agar cukup untuk seluruh keluarga.

Continue reading

41116

Hari ini aku tergelitik untuk menulis dan mengungkapkan rasa aneh yang bergemuruh dalam dada. Cuma gara-gara mantengin TIMELINE mood langsung berubah-berubah. Hampir di semua Timeline media sosial yang aku punya isinya sama semua. Gila ya, isu Ahok yang katanya menistakan Ayat Suci salah satu Agama. Yaa, sebut saja begitu kabar yang santer beredar diantara mereka yang turun ke jalan di Jakarta sana. Coba deh ditelaah baik-baik APA BENAR Ahok menistakan Ayat Suci?? Aku berbicara bukan karena aku tidak memeluk Agama yang sedang ‘dipeributkan’ itu yaa. Habisnya, isu yang rame di Jakarta, imbasnya sampe ke seluruh Indnesia. Sampai jadi Isu Nasional. Coba deh dipikirr! Pikiirr pake logika!!

Continue reading

Rasa VS Logika (3)

Bagaimana jika rasa mu akan menyakiti banyak orang..

Sementara logika mu justru menyakiti dirimu sendiri..

“Jangan egois” tentu itu yg ada dalam benakmu

Kemudian kamu berasumsi bahwa semesta tidak merestui rasamu..

Kamu berpikir bahwa semesta menghendaki logikamu..
Maka terjebaklah kamu disana, menggiringmu menuju gerbang logika..

Sekali lagi, itu bukan pilihan

Continue reading

Rasa VS Logika (2)

Aku pikir, rasa dan logika tidak pernah sinkron. (Baca : seringkali)

Coba saja, apakah sebuah rasa bisa diceritakan secara detail layaknya logika? Kemudian coba merasakan bagaimana itu logika? Bingung kan? Apa ini hanya kebingunganku?
Namun sekali lagi, bukan hanya aku ternyata yang ‘kebingungan’. Aku menemukan kasus serupa, dia berkata “Aku tidak tau, aku seolah dipaksa memilih. Antara logima dan rasa. Itu tidak bisa disamakan. Aku TERPAKSA memilih,” ujarnya.

Continue reading

Apalah Apalah

Deburan hati seperti ombak
Menggulung kasih
Terhempas ketepian
Kemudian hilang dan tergulung kembali

Haruskah begitu caranya?
Menggulung, kemudian hilang
Kembali pada dalamnya samudra

Gemetar tangan menjadi tanda
Ada rasa yang tercurah namun tak tersampaikan
Entah itu sedih, pilu, bingung, sakit, perih, ragu, sesal atau entahlah.

Ada sungging senyum disana
Menutup segala gundah
Terpaksa, satir, dan getir
Hela nafas panjang
Berharap dapat keluarkan semua
Namun apa daya
Ternyata relung hati terlalu dalam
Maka bersemayamlah ia disana

Denpasar, 3 Maret 2016
Dalam lingkaran yang mulai bersegi

My Nightmare Flight

Ini adalah pengalaman pertamaku terbang ditengah hujan badai.
Pagi itu aku, ody (adikku), dan Jik Dode (suadaraku) terbang dari Bandara Soekarno Hatta (CGK) menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai (DPS).
Penerbangan kami pukul 7.20 WIB dengan Pesawan Lion Air. Perjalanan panjang sekitar 1 jam 45 menit membuat kami memutuskan untuk tidur.

Tak berapa lama, aku terbangun karena telingaku sakit. Sepertinya tekanan udara di kabin pesawat mulai tidak normal. Aku mencoba menguap-menguap agar telinga lebih nyaman. Suasana serasa sepi, hanya terdengar jeritan panik anak bayi. “Mungkin telinganya juga sakit,” pikirku. Aku menoleh pada beberapa penumpang, mereka rata-rata memencet hidung sambil meniup. “Wah, memang tekanannya gak beres nih,” lanjutku.

Continue reading